Depan        Daftar isi blog        Hubungi

18.7.14

Syafaat

Syafaat artinya perantaraan. Secara lebih khusus istilah syafaat biasanya dimaksudkan sebagai perantaraan pertolongan dari orang tertentu yang diharapkan dapat diperoleh di akhirat kelak.

Pada dasarnya di akhirat nanti kita akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang masing-masing kita telah perbuat tanpa ada pembelaan, tebusan, ataupun syafaat yang bisa diandalkan. Ketentuan inilah yang menjadi pegangan awal bagi kita.
Baca selengkapnya »

10.7.14

Anak Yatim

Islam memberi perhatian yang sangat besar kepada anak yatim, utamanya terkait dengan penyantunan terhadap mereka dan perlindungan atas harta mereka.

Beberapa ketentuan Tuhan di dalam Quran terkait dengan anak yatim adalah sebagai berikut:

Berbuat Kebaikan untuk Anak Yatim

Kita wajib berbuat kebaikan dengan menafkahkan sebagian harta kita untuk orang-orang yang membutuhkan. Dan salah satu pihak yang Tuhan tentukan berhak menerima uluran tangan kita adalah anak yatim.
Baca selengkapnya »

7.7.14

Ketidakadilan dalam Poligami

“Dan jika kalian khawatir bahwa kalian tidak akan adil pada anak-anak yatim itu, maka kawinilah perempuan-perempuan (lain) yang baik bagi kalian dua dan tiga dan empat. Kemudian jika kalian khawatir bahwa kalian tidak akan adil, maka (kawinilah) satu (saja), atau apa yang tangan kanan kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat bahwa kalian tidak akan berbuat zalim.” (Quran 4:3)

Sebagaimana yang telah kita maklumi dari tulisan berjudul “poligami”, ketidakadilan pasti akan terjadi di dalam rumah tangga poligami. Dan kita tahu bahwa ketidakadilan itu dekat dengan kezaliman.

Pertanyaannya, terkait dengan ketidakadilan yang terjadi, apakah suami yang berpoligami otomatis zalim?
Baca selengkapnya »

12.5.14

Ketika Rasul Keliru Menjelaskan

Sebagai seseorang yang salah satu tugas utamanya adalah menjelaskan ayat-ayat-Tuhan, rasul dianggap tidak boleh keliru dalam menjelaskan ayat. Mungkin ada pandangan bahwa kalau sampai seorang rasul keliru dalam menjelaskan ayat maka kerasulannya patut dipertanyakan.

Berbeda dengan apa yang mungkin menjadi anggapan manusia, dalam kenyataannya seorang nabi maupun rasul bukan hanya bisa keliru tapi pasti akan pernah keliru dalam menjelaskan ayat.
Baca selengkapnya »

28.4.14

Riba

“Wahai orang-orang yang percaya, janganlah kalian memakan riba berlipat ganda, dan waspadailah Tuhan mudah-mudahan kalian beruntung.” (Quran 3:130)

Kata “riba” secara harfiah berarti “tambahan/lebihan”. Dalam praktiknya riba merupakan tambahan yang dikenakan atas pinjaman uang. Semisal meminjam uang 100 harus dikembalikan 150, maka tambahan yang 50 adalah riba. Bahasa Indonesia mengistilahkan riba sebagai “bunga”. Riba yang dihasilkan dari meminjamkan uang diseumpamakan dengan bunga yang dihasilkan dari menanam tumbuhan.
Baca selengkapnya »