Depan        Daftar isi blog        Hubungi

24.7.15

Homoseks

Hubungan seksual sesama jenis (homoseks) adalah salah satu bentuk kekejian (faahisyah) yang diharamkan Tuhan.

Quran menceritakan bahwa perbuatan seks menyimpang ini dipelopori oleh kaum Nabi Luth. Para lelaki mereka melampiaskan hasrat seksnya bukan kepada perempuan melainkan kepada sesama laki-laki.

“Dan Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, ‘Apakah kalian melakukan kekejian yang tidak pernah dilakukan oleh seorang pun dari semesta alam sebelum kalian? Sesungguhnya kalian benar-benar mendatangi para lelaki dengan syahwat, bukan perempuan. Bahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas’.” (Quran 7:80-81) 
Baca selengkapnya »

13.5.15

Zina

Zina, yaitu hubungan seks terlarang antara laki-laki dan perempuan, adalah salah satu dosa besar yang harus dijauhi oleh orang-orang yang percaya.

Komitmen untuk tidak berzina termasuk sesuatu yang mendasar di dalam Islam. Hal itu tercermin dari tercantumnya ia di dalam butir janji setia (baiat) seorang mukmin kepada Nabi.

“Wahai Nabi, apabila perempuan-perempuan yang percaya datang kepada engkau untuk berjanji setia kepada engkau, bahwa mereka tidak akan menyekutukan sesuatu dengan Tuhan, dan tidak akan mencuri, dan tidak akan berzina ...” (Quran 60:12)
Baca selengkapnya »

3.4.15

Minuman Keras dan Judi

Minuman keras (memabukkan) dan judi adalah termasuk dosa besar yang dilarang Tuhan.

Dalam beberapa hal minuman keras dan judi memang memiliki manfaat. Ada orang yang merasa lebih segar setelah menenggak minuman keras. Jenis minuman keras tertentu bahkan dilaporkan memberi efek positif bagi kesehatan. Adapun judi bisa membuat orang merasa terhibur, bahkan mendadak kaya kalau kebetulan mujur. Tapi Tuhan mengatakan bahwa dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.
Baca selengkapnya »

13.2.15

Penyelenggaraan Jenazah

Pada dasarnya tidak ada ayat-ayat yang secara khusus memaparkan detail tatacara penyelenggaraan jenazah di dalam Quran. Garis besar penyelenggaraan jenazah merupakan hal yang sudah lumrah diketahui oleh masyarakat berdasarkan akal sehat (common sense), termasuk oleh masyarakat non-muslim sekalipun.

Persiapan
Sebelum dikebumikan, demi menghormati dan menjaga martabat mendiang, jenazah biasanya terlebih dahulu dipersiapkan (dibersihkan, dikenakan pakaian, dirapikan). Tidak perlu membelikan pakaian baru untuk keperluan ini, cukup gunakan salah satu pakaian yang baik dari yang dimiliki si wafat.
Baca selengkapnya »

5.2.15

Wajah Hukum Islam

Tulisan ini bertujuan untuk secara singkat memberi gambaran umum tentang seperti apa keadaan di dalam masyarakat pasca pemberlakuan hukum Quran. Apa saja perbedaan-perbedaan yang terjadi dibandingkan dengan kondisi yang ada saat ini.

Ketika hukum Quran diberlakukan, pelaku pembunuhan pada tingkat yang terberat akan dihukum mati (kecuali dimaafkan oleh keluarga korban). Pelaku penganiayaan akan dikenai sanksi fisik yang setimpal. Pencuri akan dipotong tangan. Pezina akan dicambuk seratus kali. Pembungaan uang akan dilarang.
Baca selengkapnya »

24.1.15

Hukum Islam Dalam Konteks Sistem Hukum Nasional

” ... Dan barang siapa yang tidak memutuskan dengan apa yang Tuhan turunkan, maka mereka itulah orang-orang yang kafir.” (Quran 5:44) 

” ... Dan barang siapa yang tidak memutuskan dengan apa yang Tuhan turunkan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Quran 5:45) 

” ... Dan barang siapa yang tidak memutuskan dengan apa yang Tuhan turunkan, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Quran 5:47) 
Baca selengkapnya »

6.1.15

Kode 19

Pada tahun 1980-an muncul sebuah “temuan” yang cukup menarik perhatian umat Islam, yaitu “kode 19”.  Singkatnya, bilangan 19 (dan kelipatannya) dianggap sebagai determinan dalam hitung-hitungan jumlah huruf, kata, ataupun ayat tertentu di dalam Quran.  Penemu kode ini adalah Rashad Khalifa.  Seorang doktor biokimia sekaligus imam masjid Tucson, Arizona, Amerika Serikat.
Baca selengkapnya »