Depan        Daftar isi blog        Hubungi

24.1.15

Hukum Islam Dalam Konteks Sistem Hukum Nasional

” ... Dan barang siapa yang tidak memutuskan dengan apa yang Tuhan turunkan, maka mereka itulah orang-orang yang kafir.” (Quran 5:44) 

” ... Dan barang siapa yang tidak memutuskan dengan apa yang Tuhan turunkan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Quran 5:45) 

” ... Dan barang siapa yang tidak memutuskan dengan apa yang Tuhan turunkan, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Quran 5:47) 
Baca selengkapnya »

6.1.15

Kode 19

Pada tahun 1980-an muncul sebuah “temuan” yang cukup menarik perhatian umat Islam, yaitu “kode 19”.  Singkatnya, bilangan 19 (dan kelipatannya) dianggap sebagai determinan dalam hitung-hitungan jumlah huruf, kata, ataupun ayat tertentu di dalam Quran.  Penemu kode ini adalah Rashad Khalifa.  Seorang doktor biokimia sekaligus imam masjid Tucson, Arizona, Amerika Serikat.
Baca selengkapnya »

3.12.14

Kedudukan Laki-Laki dan Perempuan

Ajaran Islam tidak mengenal konsep kesetaraan mutlak antara laki-laki dan perempuan. Ketentuan-ketentuan Tuhan di dalam Quran menunjukkan adanya pembedaan antara laki-laki dan perempuan setidaknya dalam tiga hal.

Pertama, dalam kesaksian utang-piutang. Dalam urusan utang-piutang, kesaksian seorang perempuan bernilai separuh dari kesaksian laki-laki.
Baca selengkapnya »

16.9.14

Kawin Mut'ah/Kontrak dan Kawin Siri

Kawin Mut’ah/Kontrak

“... Kemudian mereka (istri-istri) yang kalian telah bersenang-senang dengannya, maka berilah mereka mahar-mahar mereka (sebagai) suatu ketentuan. Dan tidaklah bersalah atas kalian dalam apa-apa yang kalian saling rela padanya dari sesudah yang ditentukan itu. Sesungguhnya Tuhan Mengetahui, Bijaksana.” (Quran 4:24)

Ayat di atas dianggap sebagai dasar dari “kawin mut’ah” atau yang dikenal juga dengan “kawin kontrak”. Dari penggalan frasa “stamta’tum” (terj: kalian telah bersenang-senang) pada ayat tersebut dimunculkanlah istilah kawin mut’ah alias kawin senang-senang.
Baca selengkapnya »

27.7.14

Cara Masuk Islam

Agama Islam terbuka untuk siapa saja, yang penting seseorang itu berakal sehat dan sudah sampai usia dapat mempertanggungjawabkan pilihan keyakinannya.

Tidak ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh seseorang yang ingin masuk Islam. Apabila seseorang telah memahami prinsip-prinsip dasar agama Islam, dan sudah membulatkan tekad untuk menjadi seorang muslim, maka dia bisa langsung melangkah masuk ke dalam agama Islam dan melaksanakan berbagai ajaran Islam seperti salat, zakat, dan sebagainya.
Baca selengkapnya »