Depan        Daftar isi blog        Hubungi

16.9.14

Kawin Mut'ah/Kontrak dan Kawin Siri

Kawin Mut’ah/Kontrak

“... Kemudian mereka (istri-istri) yang kalian telah bersenang-senang dengannya, maka berilah mereka mahar-mahar mereka (sebagai) suatu ketentuan. Dan tidaklah bersalah atas kalian dalam apa-apa yang kalian saling rela padanya dari sesudah yang ditentukan itu. Sesungguhnya Tuhan Mengetahui, Bijaksana.” (Quran 4:24)

Ayat di atas dianggap sebagai dasar dari “kawin mut’ah” atau yang dikenal juga dengan “kawin kontrak”. Dari penggalan frasa “stamta’tum” (terj: kalian telah bersenang-senang) pada ayat tersebut dimunculkanlah istilah kawin mut’ah alias kawin senang-senang.
Baca selengkapnya »

27.7.14

Cara Masuk Islam

Agama Islam terbuka untuk siapa saja, yang penting seseorang itu berakal sehat dan sudah sampai usia dapat mempertanggungjawabkan pilihan keyakinannya.

Tidak ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh seseorang yang ingin masuk Islam. Apabila seseorang telah memahami prinsip-prinsip dasar agama Islam, dan sudah membulatkan tekad untuk menjadi seorang muslim, maka dia bisa langsung melangkah masuk ke dalam agama Islam dan melaksanakan berbagai ajaran Islam seperti salat, zakat, dan sebagainya.
Baca selengkapnya »

18.7.14

Syafaat

Syafaat artinya perantaraan. Secara lebih khusus istilah syafaat biasanya dimaksudkan sebagai perantaraan pertolongan dari orang tertentu yang diharapkan dapat diperoleh di akhirat kelak.

Pada dasarnya di akhirat nanti kita akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang masing-masing kita telah perbuat tanpa ada pembelaan, tebusan, ataupun syafaat yang bisa diandalkan. Ketentuan inilah yang menjadi pegangan awal bagi kita.
Baca selengkapnya »

10.7.14

Anak Yatim

Islam memberi perhatian yang sangat besar kepada anak yatim, utamanya terkait dengan penyantunan terhadap mereka dan perlindungan atas harta mereka.

Beberapa ketentuan Tuhan di dalam Quran terkait dengan anak yatim adalah sebagai berikut:

Berbuat Kebaikan untuk Anak Yatim

Kita wajib berbuat kebaikan dengan menafkahkan sebagian harta kita untuk orang-orang yang membutuhkan. Dan salah satu pihak yang Tuhan tentukan berhak menerima uluran tangan kita adalah anak yatim.
Baca selengkapnya »

7.7.14

Ketidakadilan dalam Poligami

“Dan jika kalian khawatir bahwa kalian tidak akan adil pada anak-anak yatim itu, maka kawinilah perempuan-perempuan (lain) yang baik bagi kalian dua dan tiga dan empat. Kemudian jika kalian khawatir bahwa kalian tidak akan adil, maka (kawinilah) satu (saja), atau apa yang tangan kanan kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat bahwa kalian tidak akan berbuat zalim.” (Quran 4:3)

Sebagaimana yang telah kita maklumi dari tulisan berjudul “poligami”, ketidakadilan pasti akan terjadi di dalam rumah tangga poligami. Dan kita tahu bahwa ketidakadilan itu dekat dengan kezaliman.

Pertanyaannya, terkait dengan ketidakadilan yang terjadi, apakah suami yang berpoligami otomatis zalim?
Baca selengkapnya »