3.8.05

Emas dan Sutra bagi Lelaki

Batasan tentang apa yang diharamkan dan apa yang dibolehkan bagi manusia adalah sepenuhnya kewenangan Tuhan. Asas yang berlaku adalah, apapun halal/boleh kecuali Tuhan menetapkan sebaliknya.

Berbicara tentang perhiasan, Tuhan tidak pernah mengharamkan emas maupun sutra untuk dipakai oleh laki-laki. Malahan, Tuhan menyuruh kita untuk mengenakan perhiasan ketika di masjid. Artinya Tuhan senang kalau kita menikmati perhiasan yang telah Dia ciptakan.

"Wahai keturunan Adam, ambillah perhiasan kalian pada setiap masjid ..." (Quran 7:31)

Sebaliknya, Tuhan mempertanyakan ajaran yang mengharamkan perhiasan yang telah Dia karuniakan untuk hamba-hamba-Nya. Contohnya pengharaman emas dan sutra bagi laki-laki. Itu adalah ajaran palsu yang telah melangkahi kewenangan Tuhan.

"Katakanlah: 'Siapakah yang telah mengharamkan perhiasan Tuhan yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya, dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah, ’Ini pada hari kiamat adalah khusus bagi orang-orang yang telah beriman di dalam kehidupan dunia ini.’ Begitulah Kami telah memerincikan ayat-ayat bagi kaum yang mengetahui.” (Quran 7:32)

Ayat di atas sesungguhnya mempermasalahkan fatwa manusia yang mengharamkan emas dan sutra bagi laki-laki. Meskipun kata-kata ”emas” dan ”sutra” tidak secara langsung disebutkan, kita dapat mengetahui bahwa yang dimaksud oleh ayat tersebut adalah emas dan sutra dengan mencermati kalimat ’Ini pada Hari Penegakan adalah khusus bagi orang-orang yang telah beriman’.

Perhiasan yang akan dipakaikan untuk orang-orang beriman di Hari Akhir kelak—yang dengan tanpa hak telah diharamkan oleh manusia di dunia—tidak lain emas dan sutra.

”Sesungguhnya Tuhan memasukkan orang-orang yang telah beriman dan mengerjakan kebaikan ke kebun-kebun (surga) yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; di dalamnya mereka diperhiaskan dengan gelang-gelang emas dan mutiara-mutiara. Dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutra.” (Quran 22:23)

(Terakhir diperbarui: 4 Agustus 2008)

Share on Facebook

Artikel Terkait:

0 comments:

Posting Komentar

Tolong jangan 'Anonymous'. Pilih 'Name/URL' lalu cantumkan nama panggilan anda untuk memudahkan sapaan. Kolom URL bisa dikosongkan saja. Terima kasih