14.9.05

Ucapan Durhaka di Dalam Salat

Salat berfungsi sebagai media komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Tuhan di dalam Quran mengajarkan kepada kita agar dalam kesempatan komunikasi tersebut kita memohon pertolongan kepada-Nya.

“Wahai orang-orang yang percaya, mintalah pertolongan dengan sabar dan salat …” (Quran 2:45)

Dalam berkomunikasi dengan-Nya kita harus menyadari apa yang kita ucapkan. Ketidakmengertian kita akan apa yang kita ucapkan bukan mustahil bernilai kedurhakaan meskipun ucapan tersebut adalah kutipan ayat Quran.

Sebagai ilustrasi, silakan bayangkan diri Anda berdiri menghadap-Nya untuk salat. Kemudian Anda ucapkan di antara tiga ayat Quran berikut ini:

“Wahai putra-putra Israel, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku nikmatkan kepada kalian, dan penuhilah janji (kepada) Aku, niscaya Aku akan penuhi janji (kepada) kalian ….” (Quran 2:40)

“Dan janganlah kalian kawini perempuan-perempuan yang telah dikawini oleh bapak-bapak kalian ….” (Quran 4:22)

“Sesungguhnya Akulah Tuhan; tidak ada sembahan selain Aku; maka menghambalah kepada-Ku ….” (Quran 20:14)

Ucapan durhaka dan tidak pantas telah kita lontarkan karena memanggil Tuhan dengan sebutan “putra-putra Israel”, menganggap-Nya kawin dan mempunyai bapak, dan memerintahkan-Nya untuk menghamba kepada kita!

Ini tidak akan terjadi apabila kita menyikapi Quran sebagai sebuah petunjuk yang harus dipahami isinya, dan bukan bait-bait syair bahasa Arab yang cukup dilagukan tanpa mengerti apa yang dilagukan itu.

Gunakanlah bahasa yang kita mengerti dalam berkomunikasi dengan Tuhan. Dia tidak pernah mengkhususkan bahasa tertentu untuk digunakan dalam salat. Sebaliknya, Dia menuntut kita agar mengerti apa yang kita ucapkan di dalam salat.

"Wahai orang-orang yang percaya, janganlah kalian mendekati salat apabila kalian sedang mabuk, sampai kalian mengetahui apa yang kalian ucapkan …." (Quran 4:43)

Kandungan Quran di antaranya adalah kisah tentang orang-orang terdahulu, gambaran alam semesta, peringatan Tuhan kepada manusia, dan pujian maupun doa kepada-Nya. Hal yang terakhir inilah yang relevan untuk kita kutip di dalam salat.

Ada sangat banyak contoh pujian dan doa di dalam Quran yang bisa kita gunakan dalam bermunajat kepada-Nya. Di bawah ini dikutipkan sekadar beberapa di antaranya:

“Wahai Tuan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksaan api (neraka).” (Quran 2:201)

“Wahai Tuan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau tersalah. Wahai Tuan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Wahai Tuan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan kasihilah kami; Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami atas kaum yang ingkar.” (Quran 2:286)

“Wahai Tuanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (Quran 20:25-28)

“Aku berlindung kepada Tuan waktu subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita yang meniup pada ikatan, dan dari kejahatan pendengki apabila ia dengki.” (Quran 113:1-5)

Mengingatkan kembali, untuk kepatutan dalam berkomunikasi dengan Tuhan maka kata “qul” (katakanlah!) yang biasa ada di depan ayat-ayat doa jangan lagi disebutkan apabila kita mengutip ayat tersebut dalam bermohon kepada-Nya.

Share on Facebook

Artikel Terkait:

1 comments:

nanang mengatakan...

A> SEPAKAT!!!!!!menyikapi Quran sebagai sebuah petunjuk yang harus dipahami isinya, dan bukan bait-bait syair bahasa Arab yang cukup dilagukan tanpa mengerti apa yang dilagukan itu.(QS: 4:103...sukaro'- mengucapkan yang tidak tau maknanya...mabuk kali yeeee????)
B>kata “qul” (katakanlah!) yang biasa ada di depan ayat-ayat doa jangan lagi disebutkan apabila kita mengutip ayat tersebut dalam bermohon kepada-Nya.(sepakat!!!!!!!!!!!!!!!!)
C>Kalau DO'A IFTITAH MENURUT KI_SAKTI ???? KALO SAYA QS: 6/79 DILANJUT AYAT 162 DAN 163 GIMANA KI_SAKTI MENURUT NJENENGAN ???? SALAMUN'ALAIKUM.

Posting Komentar

Tolong jangan 'Anonymous'. Pilih 'Name/URL' lalu cantumkan nama panggilan anda untuk memudahkan sapaan. Kolom URL bisa dikosongkan saja. Terima kasih