21.5.07

Obat Hati

Di balik kemajuan materi yang dicapai oleh peradaban manusia modern, tersimpan penderita-penderita penyakit batin yang dilanda perasaan hampa dan gersang di dalam jiwanya. Sebagian dari mereka kemudian berpaling ke dunia tasawuf, meditasi, atau filsafat guna mencari penawar atas rasa sakit itu.

Quran Sebagai Obat
Untuk orang-orang yang percaya, sesungguhnya Tuhan telah menurunkan Quran sebagai obat untuk menentramkan hati.

“Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian pelajaran dari Tuan kalian, dan penyembuhan bagi apa yang di dalam dada-dada, dan petunjuk, dan kasih sayang bagi orang-orang yang percaya.” (Quran 10:57)

“Dan Kami menurunkan dari Quran apa-apa yang dia (adalah) penyembuhan dan kasih sayang bagi orang-orang yang percaya ...” (Quran 17:82)

Quran tidak bisa dilepaskan dari sifatnya sebagai kitab petunjuk. Untuk itu penggunaan Quran sebagai obat adalah dengan cara menyelami maknanya, bukan dengan misalnya meminum air yang telah dicelupi lembaran-lembaran ayatnya.

Membaca Quran di Waktu Malam
Di antara waktu yang baik untuk menelaah Quran adalah pada malam hari. Sisihkanlah sebagian dari waktu malam kita untuk amalan yang akan memperkaya jiwa ini.

Terkadang ada ayat-ayat yang kita sulit menangkap pengertiannya. Lewati saja dulu rangkaian ayat tersebut, dan bacalah ayat-ayat lain yang Anda rasa mudah.

“Sesungguhnya Tuan engkau mengetahui bahwa engkau berdiri hampir dua per tiga malam, dan separuhnya, dan satu per tiganya, dan segolongan dari orang-orang yang bersama engkau. Dan Tuhan menentukan malam dan siang itu. Dia mengetahui bahwa kalian tidak dapat menghitungnya, maka Dia menerima tobat atas kalian. Maka bacalah apa-apa yang mudah dari Quran itu. Dia mengetahui bahwa akan ada dari kalian orang-orang yang sakit, dan orang-orang yang lain mengadakan perjalanan di bumi mencari sebagian pemberian Tuhan, dan orang-orang yang lain berperang di jalan Tuhan. Maka bacalah apa-apa yang mudah darinya itu ...” (Quran 73:20)

Membaca Quran di Waktu Fajar
Selain malam, waktu yang juga digunakan untuk mendalami Quran adalah saat fajar. Jadi ketika fajar kita tidak saja melakukan salat, tetapi juga membuka Quran dan memahami pesan-pesan di dalamnya.

“Tegakkanlah salat pada terbenamnya matahari hingga gelap malam, dan bacaan (Quran) fajar; sesungguhnya bacaan fajar itu disaksikan.” (Quran 17:78)

Memohon Perlindungan Tuhan
Saat mengawali penelaahan Quran kita mohon kepada Tuhan agar melindungi kita dari gangguan setan yang mungkin ingin mengintervensi.

“Maka apabila engkau membaca Quran, mohonlah perlindungan kepada Tuhan dari setan yang merajam.” (Quran 16:98)

Kemudian kita mulai membaca Quran dengan penuh pemahaman. Hayati setiap kata dari ayat yang sedang kita baca tanpa tergesa-gesa ingin segera menyudahinya.

Pada saat berinteraksi dengan Quran, cobalah “mendengarkan” apa yang sedang disampaikan Tuhan melalui ayat-ayat yang sedang kita baca. Mungkin Tuhan menceritakan kisah orang-orang terdahulu yang dapat menjadi cermin dari apa yang baru kita alami. Atau Dia uraikan rahasia/hikmah di balik kejadian yang sedang kita hadapi. Bisa juga Tuhan mencerahkan kita dengan mengungkapkan hakikat keberadaan kita di dunia ini.

Apapun yang disampaikan Tuhan, sadarilah bahwa kita sedang terhubung dengan Sang Tabib yang setiap patah perkataan-Nya adalah obat.

Kontra Indikasi
Quran adalah obat penawar yang dikhususkan untuk orang-orang yang percaya. Sebaliknya, bagi orang-orang yang ingkar, Quran hanya menambah kisruh hati mereka yang keruh.

“Dan bagi orang-orang yang di dalam jantung-jantung (hati) mereka ada penyakit, maka ia menambah kekotoran kepada kekotoran mereka, dan mereka mati sedang mereka orang-orang yang ingkar.” (Quran 9:125)

Share on Facebook

Artikel Terkait:

0 comments:

Posting Komentar

Tolong jangan 'Anonymous'. Pilih 'Name/URL' lalu cantumkan nama panggilan anda untuk memudahkan sapaan. Kolom URL bisa dikosongkan saja. Terima kasih