1.1.14

Dimanakah Surga Itu?

Penghambaan kepada Tuhan yang dijalani oleh orang-orang beriman bermuara pada janji akhirat berupa surga.  Quran berkali-kali mengetengahkan surga dengan segala kenikmatannya sebagai ganjaran mulia yang selayaknya dicita-citakan.

Tidak sedikit orang yang kemudian penasaran tentang keberadaan surga.  Dimanakah ia berada?  Ada yang menerka bahwa surga itu berada di atas langit, ada pula yang menganggapnya berada di dimensi lain.

Surga (dan neraka) itu sesungguhnya belum ada.

Surga dan neraka baru akan terbentuk nanti pasca kehancuran alam semesta.  Setelah kehancuran tersebut Tuhan dengan kuasa-Nya akan mengadakan kembali tatanan langit dan bumi beserta kehidupan barunya.

Terkait pembentukan ulang tatasurya, saat ini pun berkat kemajuan teknologi manusia bisa mengamati dengan jelas kelahiran planet-planet dan bintang baru pasca ledakannya yang disebut sebagai fenomena supernova.

Melalui proses kelahirannya kembali bumi akan menjelma menjadi sebuah ”bumi baru” yang luasnya setara dengan langit dan bumi saat ini.  Sedemikian luasnya bumi baru tersebut menunjukkan bahwa ekspansi alam semesta pasca kiamat nanti akan jauh melebihi ukurannya saat ini.

Di bumi yang baru tersebutlah terdapat surga dan neraka sebagai tempat pembalasan atas apa yang telah diperbuat manusia semasa hidup di dunia.

Kisah Adam dan Hawa yang Terusir

Jannah” yang diterjemahkan sebagai surga sebenarnya bermakna kebun.  Kebun di belakang rumah kita pun dalam bahasa Arab disebut ”jannah”.  Surga disebut kebun karena memang lanskapnya—sebagaimana digambarkan di dalam Quran-- didominasi oleh kebun-kebun.

Adam dan Hawa bukan diusir dari surga, melainkan dari kebun dimana sebelumnya mereka ditempatkan.  Kebunnya tentu saja di bumi ini karena sejak semula Adam diciptakan memang sebagai penghuni bumi.

Share on Facebook

Artikel Terkait:

3 comments:

shukri mengatakan...

Salam saudara Sakti ,

Saya Shukri dari Malaysia dan telah lama mengikuti situs saudara . Nampaknya telah 2 tahun anda menghilang dan saya sangat senang hati melihat saudara kembali menulis di situs ini .

Sebenarnya saya seorang "user" di situs Forum Allah Semata http://allah-semata.org/forum/index.php yang banyak dilayari oleh para quranist nusantara .
Banyak permasaalahan agama dibincang dan dicari kata sepakat . Oleh itu saya ingin menjemput saudara sudi kiranya bersama kami memberi komentar atas apa2 siri perbincangan yang di utarakan oleh peserta forum .

Nama saudara juga ada muncul di beberapa tread perbincangan di situs berkenaan .

Semuga mendapat respond positif dari saudara .

Allah di sanjung !!

DENI mengatakan...

Salam, saya mau tanya :
1. Bagimana menurut anda pengobatan alternatif ? Ada yg menggunakan tenaga dalam, ada yg memindahkan penyakit ke telur atau kambing, ada yg menggunakan listrik, besi panas, air panas, minyak panas, dll. Mana yg boleh dan mana yg tdk boleh?
2. Santet juga menurut anda gimana ? Apa santet ada ?Jika terkena santet apa yg hrs kita lakukan ? Krn dokter tidak bisa menanganinya ?

sakti alexander sihite mengatakan...

@Shukri: Salam. Ya, sudah dua tahun saya tidak menulis dan tahun ini insya Allah saya akan mulai kembali menulis.

Permasalahan agama bukan untuk dicari kata sepakat (dan "sepakat" yang mutlak itu tidak akan pernah ada), tetapi untuk dimintakan putusan kepada rasulullah. Begitu yang diajarkan Tuhan.

@Deni: Salam.
1. Sepanjang pengobatan alternatif tersebut tidak mengandung hal-hal yang dilarang agama boleh-boleh saja.

2. Santet itu ada. Jika terkena, berdoa kepada Tuhan dengan bacaan sebagaimana yang diajarkan-Nya di Quran bab 113, dan berobat ke orang yang diketahui memiliki kepandaian menangani hal tersebut.

Posting Komentar

Tolong jangan 'Anonymous'. Pilih 'Name/URL' lalu cantumkan nama panggilan anda untuk memudahkan sapaan. Kolom URL bisa dikosongkan saja. Terima kasih