27.7.14

Cara Masuk Islam

Agama Islam terbuka untuk siapa saja, yang penting seseorang itu berakal sehat dan sudah sampai usia dapat mempertanggungjawabkan pilihan keyakinannya.

Tidak ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh seseorang yang ingin masuk Islam. Apabila seseorang telah memahami prinsip-prinsip dasar agama Islam, dan sudah membulatkan tekad untuk menjadi seorang muslim, maka dia bisa langsung melangkah masuk ke dalam agama Islam dan melaksanakan berbagai ajaran Islam seperti salat, zakat, dan sebagainya.

Tidak ada upacara khusus yang harus dijalani untuk masuk agama Islam. Bahkan seseorang bisa masuk Islam secara diam-diam. Ini utamanya dilakukan apabila ada bahaya yang dikhawatirkan jika menyatakan keislaman secara terbuka. Contohnya adalah keislaman salah seorang anggota keluarga Firaun sebagaimana yang diceritakan di dalam Quran bab 40 ayat 28.

Namun dalam kondisi yang normal semestinya keislaman itu dinyatakan agar kaum muslim mengetahui bahwa seseorang itu telah menjadi muslim yang berarti ketentuan-ketentuan sebagai seorang muslim kini berlaku pula pada orang tersebut.

Pernyataan keislaman bisa disampaikan secara informal, dan bisa pula disampaikan dalam suatu acara “peresmian” sebagaimana yang biasa diadakan di masjid atau forum pengajian.

Pernyataan tersebut merupakan pernyataan biasa, tanpa ada aturan khusus mengenai apa yang harus diucapkan. Yang penting pernyataan tersebut telah dengan jelas menyatakan maksud seseorang untuk masuk agama Islam. Contohnya: “dengan nama Tuhan Yang Pengasih Yang Penyayang; saya percaya bahwa tidak ada sembahan selain Tuhan, dan saksikanlah bahwa saya adalah seorang muslim”.

Jangan mempergunakan dua kalimat syahadat, karena kesaksian untuk secara khusus mengakui kerasulan Nabi Muhammad (damai atasnya) dalam kalimat tersebut tidak sejalan dengan pesan Tuhan untuk tidak membeda-bedakan para rasul (lihat Quran 2:285 dan 4:152).

Keislaman itu sejatinya ditandai dengan perbuatan. Maka setelah selesai dengan formalitas pernyataan, selanjutnya seseorang tersebut dituntut untuk langsung merealisasikan komitmen keislamannya dengan melakukan salat dan membayarkan zakat.

Dengan telah dilaksanakannya salat dan zakat oleh seseorang tersebut, maka resmilah dia menjadi seorang muslim.

“Kemudian jika mereka bertobat, dan menegakkan salat, dan memberikan zakat, maka (mereka) adalah saudara-saudara kalian dalam agama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat bagi kaum yang mengetahui.” (Quran 9:11)

Share on Facebook

Artikel Terkait:

0 comments:

Posting Komentar

Tolong jangan 'Anonymous'. Pilih 'Name/URL' lalu cantumkan nama panggilan anda untuk memudahkan sapaan. Kolom URL bisa dikosongkan saja. Terima kasih