29.4.08

Apakah Yesus Tuhan?

Prinsip yang pertama dan paling utama dalam beragama dengan benar adalah meyakini bahwa Tuhan itu esa. Inilah dasar dari ajaran Tuhan yang diturunkan kepada para nabi, baik itu Yakub, Musa, Isa Almasih, Muhammad, dll.

Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ul. 6:4)

Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Mrk. 12:29)

Peng-esa-an Tuhan artinya kita mengakui dengan sepenuh keyakinan bahwa Tuhan, yaitu entitas yang menciptakan langit dan bumi serta mengatur seisi jagat raya, adalah tunggal adanya. Tidak ada lagi yang menyandang predikat “Tuhan” selain Dia.

Pernyataan “Tuhan itu esa” mengandung konsekuensi logis bahwa tidak ada apa pun yang dapat disepadankan dengan Dia.

Malaikat-malaikat tidak dapat disetarakan dengan Tuhan. Tidak pula malaikat itu putri-putri-Nya. Mereka hanyalah hamba-hamba Tuhan yang senantiasa patuh dalam beribadat dan dalam melaksanakan perintah-Nya.

Manusia, betapapun agungnya, tidak dapat disamakan dengan Tuhan. Manusia adalah ciptaan yang diciptakan. Keberadaannya bergantung pada Penciptanya. Tuhan bisa saja memusnahkan semua manusia dari muka bumi tanpa ada yang dapat menghalangi. Adapun Tuhan, Dia adalah Sang Kekal yang keberadaan-Nya tidak bergantung pada apa pun.

Manusia mengalami proses kelahiran, dan hal ini mustahil terjadi pada Tuhan. Apabila Tuhan dilahirkan, maka tentu yang melahirkan-Nya harus sudah ada sebelum Tuhan dilahirkan; tapi bagaimana mungkin ada orang yang mendahului Sang Pencipta?

Setiap yang dilahirkan oleh manusia tidak lain manusia juga. Dia butuh makan, minum, dan tidur. Dia dapat menjadi lelah dan lesu. Dan pada waktunya dia akan mati dan hancur. Tuhan tidak memiliki sifat-sifat kelemahan seperti itu. Dan yang memiliki sifat-sifat kelemahan seperti itu bukan Tuhan.

Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia? (Yes. 40:18)

Tidakkah kau tahu, dan tidakkah kau dengar? TUHAN ialah Allah yang kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. (Yes. 40:28)

Yesus sendiri mengajarkan prinsip ke-esa-an Tuhan.  Janganlah kita malah menganggapnya sebagai Tuhan atau anak Tuhan.  Yesus hanyalah seorang manusia yang diutus Tuhan untuk menyampaikan ajaran-Nya, sebagaimana Yakub, Musa, Daud, Muhammad, dll.
 
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yoh. 17:3)
 
Kelahiran Yesus yang tanpa bapak adalah wujud kekuasaan Tuhan, bukan menunjukkan bahwa Yesus itu Tuhan atau anak Tuhan.  Adam bahkan diciptakan Tuhan bukan saja tanpa bapak, tapi juga tanpa ibu.
 
Demikian pula mukjizat menghidupkan orang mati.  Itu bukan dasar untuk menganggap bahwa Yesus Tuhan.  Bibel mencatat bahwa Nabi Elia, Nabi Elisa, Nabi Yehezkiel, dan Petrus pun dapat menghidupkan orang mati atas izin Tuhan.  Apakah mereka semua akan dianggap Tuhan juga?
 
Maka saya mengajak anda untuk tidak menyekutukan Tuhan dengan Yesus atau dengan siapa pun.  Menyekutukan Tuhan adalah dosa sangat besar dan pelakunya tidak akan selamat di akhirat kelak.
 
“... Sesungguhnya barang siapa menyekutukan Tuhan, maka sungguh Tuhan mengharamkan surga baginya, dan tempat tinggalnya adalah neraka ...” (Quran 5:72)

(Terakhir diperbarui: 29 Maret 2022)

Baca juga: Telaga Yesus 

Share on Facebook

Artikel Terkait: