27.8.09

Berbuka Puasa Prematur

Silakan perhatikan dua foto berikut:

Foto yang atas saya ambil pada jam 17.55 WIB bersamaan dengan beduk magrib.

Foto yang bawah saya ambil 30 menit kemudian, yaitu jam 18.25 WIB.

Coba perhatikan perbedaan yang kontras antara dua gambar yang diambil hanya berselang 30 menit tersebut....

Foto atas (17.55) nuansanya tidak akan jauh berbeda dengan kondisi jam 5 sore. Mengapa? Karena dua waktu itu sama-sama masuk kategori siang.

Foto bawah (18.25) nuansanya tidak akan jauh berbeda dengan kondisi jam 7 malam. Mengapa? Karena dua waktu itu sama-sama masuk kategori malam.

Saya rasa perbedaan dua gambar tersebut cukup jelas. Yang satu siang, yang satu malam. Kita tidak akan mengatakan bahwa kedua-duanya adalah siang atau kedua-duanya adalah malam.

Uraian sederhana di atas adalah pengantar untuk memahami waktu berbuka puasa yang benar menurut ayat Tuhan.

Quran menyebutkan bahwa kita harus berpuasa sampai malam.

“… Makan dan minumlah sampai jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam dari fajar, kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam …” (Quran 2:187)

Di ayat lain Tuhan menegaskan bahwa indikasi dari malam adalah gelap.

“Dan suatu tanda bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang darinya, dan seketika mereka dalam kegelapan.” (Quran 36:37)

Berbuka puasa sebelum waktunya sama artinya dengan tidak berpuasa. Saya berbuka puasa ketika hari sudah malam, yaitu kira-kira 30 menit setelah beduk magrib. Bagaimana dengan anda?

Tulisan terkait: Puasa Ramadan

Share on Facebook

Artikel Terkait:

52 comments:

Akbar mengatakan...

Dan Tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidak pula sama gelap gulita dengan cahaya dan tidak pula sama yang teduh dengan yang panas..(35:19-21)

Maka jelaslah sudah mengapa mereka tidak mau berfikir ataukah mereka tuli, ataukah mereka tidak memperhatikan, ataukah hati mereka benar-benar telah tertutup?

sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang mempergunakan pendengarannya sedang dia menyaksikannya.(50:37)

terpujilah Engakau Tuhan semesta alam yang telah mengutus seorang rasul yang menjelaskan dan membenarkan apa yang ada didalam kitabNYA

blueberry mengatakan...

sangat setuju,
semoga dengan artikel ini lebih membuka wawasan kita semua terutama kedetailan Al Qur'an yang luar biasa

marllone mengatakan...

setuju...
memang itulah kesalahan umat muslim sekarang yang menjadikan adzan maghrib saat puasa dijadikan panggilan makan, bukan panggilan sholat.....

Anonim mengatakan...

Itu artinya mereka tidak pernah puasa seumur hidupnya dong

Deep

deni mengatakan...

Saya setuju dan sudah melakukan buka puasa pada malam hari semenjak ramadhan tahun lalu.
Cuma bagaimana dengan negara yang siangnya hanya beberapa jam atau kebalikannya malamnya yg bbrp jam. Mohon pencerahan. Thx

sakti mengatakan...

@deni: berapapun panjang atau pendeknya siang di suatu tempat, lakukan saja puasa seperti biasa yaitu dari fajar sampai dengan malam.
Kalau terasa memberatkan, anda boleh tidak berpuasa namun wajib menebus dengan memberi makan orang miskin (mengacu pada 2:184)

jumi mengatakan...

salam.pencerahan yang bagus.saya setuju penyataan saudara.Bagaimana pula awal waktu berpuasa.Boleh tak saudara merungkai kan waktu bermula puasa mengikut quran.kalau boleh serta kan foton waktunya.kebanyakannya Sebelum azan fajar mereka berhenti makan.Saya amalkan 30 mint selepas azan fajar langit kelihatan cahaya putih.mohoh pencerahan

sakti mengatakan...

@jumi: Salam..
Menurut Quran, puasa bermula ketika fajar yaitu ketika telah jelas semburat cahaya (benang putih) diantara kegelapan langit (benang hitam).

Sama dengan anda, saya pun di Jakarta mendapati fajar itu kira2 30-40 menit selepas beduk subuh. Jadi pada saat orang azan subuh itu saya mulai makan sahur. Sayang untuk waktu fajar ini saya belum sempat mengambil fotonya :)

Sila baca juga tulisan tentang puasa di sini
Salam

Abu Wava mengatakan...

Salaamun'alaikum ya Rasul..
Ilustrasi grafis anda begitu jelas,
"qod tabayyanal rusydu minal ghayyi" 2:256

Semoga Allah menerima ibadah shiyam ramadan kita.
Salaamun 'Alaikum
Abu Wava

sakti mengatakan...

@Abu Wava: Alaika salam..
Iya, semoga Tuhan menerima ibadah puasa orang2 mukmin..

Anonim mengatakan...

agama tidalah pernah mempersulit umatnya..
menurut saya hal seperti di atas terlalu berlebihan jk di bahas.
semua telah ada aturanya..
saya tidak mengatakan yg anda tulis di atas salah.
jika saya bertanya!
bagaimana jika pada malam hari pukul 19.00 di bulan ramadhan kita sedang berbuka, terjadi gerhana bulan apakah anda akan berhenti untuk makan dan minum??

sihite mengatakan...

bisakah anda jelaska waktu melaksanakan salat magrib menurut ayat tuhan?

hubungkan ke waktu berbuka puasa..
tolong ya rasul...

sakti mengatakan...

@Anonim: ya, semua telah ada aturannya. Mari kita ikuti aturan itu.

Apa hubungannya antara gerhana bulan dengan makan dan minum? Gerhana bulan tidak lantas membuat malam menjadi siang :)

@sihite: tentang waktu shalat bisa dibaca di http://www.saktisihite.com/2007/10/ketentuan-shalat-bagian-1.html

Anonim mengatakan...

brarti orang indonesia salah donk dlam brpuasa. ? tp mengapa anda tidak memberi tahu mui tentang hal ini?

akbar mengatakan...

Bukan hanya orang di indonesia saja yg salah...hampir semua di belantara dunia mengikuti yg salah.. MUI yg tidak tahu atau pura2 tidak tahu???! wong sudah jelas kok ayat nya 2:187 lalu jawabnya 45:6 Itulah ayat Tuhan yg sebenarnya maka dengan "HADIST" (Perkataan) manalagi mereka akan beriman sesudah keterangan2 NYA(Al-Quran)

deni mengatakan...

Jika bulan dan matahari menjadi patokannya, bagaimana dgn bbrp daerah luar negri yang bulan dan mataharinya bersamaan di langit?
jika pagi matahari sdh terbit akan tetapi bulan belum terbenam, begitu juga sebaliknya sore hari bulan sdh muncul ttp matahari belum terbenam, terbenam atau terbitnya bisa telat bbrp jam. Tolong pencerahannya, thx.

deni mengatakan...

Salam,
(QS. 36:40)Tidak mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang....

Mohon pencerahan mengenai ayat tersebut krn sperti pertanyaan saya sebelumnya ada bbrp daerah yg matahari dan bulan sempat berdampingan bbrp jam dilangit. Thx

Anonim mengatakan...

Dalam ibadah semua haram kecuali yang diperintahkan. Jadi jangan berlebihan, atau mengurangi perintah. Tk.

yudha mengatakan...

No komen, cuman pengen baca aja..Slm sejahtera buat kita semua.

Toto mengatakan...

yang dimaksud "Kami lebih dekat dari urat leher" trus kenapa menyebut "Kami.."?

Anonim mengatakan...

kalau acuannya terang dan gelap saja, apa tidak merepotkan? bagaimana dg kondisi di daerah kutub? kan siangnya saja berlangsung berbulan2?

andri mengatakan...

andri..
asalamualaikum wr wb..
saya setuju..tp klo tidak salah saya pernah dengar kata2"percepatlah berbuka dan perlambat lah ketika sahur"..trus pernah dengar jg..jangan menelat telatkan untuk berbuka puasa..bukalah dengan segera ketika mendengar suara tanda buka puasa..minta tolong d uraikan..terima kasih..

Anonim mengatakan...

pak sakti sihite! saya udah jadi pengikut anda sekarang! keren sih!

Trichogaster trichopterus mengatakan...

demi aku bukan sapa2....

jgn bilang aku kalo bukan aku yg kamu...

mbok yao saling intropeksi po o.......

gitu ae kok podo hino2 an.....

kalian tu kan sama2 menungso....

kok tuding tudingan podo tukaran....

haduuuuuuu " ISEH BEJO BEJANENG WONG KANG DUWE GONDELAN AGOMO, KANG NUNTUN MARANG KABECI'AN "

heru mengatakan...

syalom. agama dan apapun didunia ini milik Tuhan Yg Esa, Tuhan kita semua, kenapa Tuhan kita Yang Maha segalanya hrs kita pertanyakan segala aturan yang telah Tuhan buat untuk kita? Tuhan jauh jauh lebih berkuasa da pintar dari segala apapun yang ada di alam semesta ini, biar tuhan yang menentukan segala yang baik akan terjadi pada umatnya...satu lagi...apa yang kita ketahui tentang buah apel? masing2 kita pasti punya penjelasan yg berbeda mengenai apel...smua itu sah sah saja kan? intinya yang kita bicarakan dan kita maksud sama, hanya cara penjelasan kita aja yang berbeda- beda,,,terima kasih untuk masukan anda...God bless You all...

bejo mengatakan...

harusnya semua disikapi dengan bijak, kita sudah diberi anugerah oleh Tuhan hikmat dan marifat...kondisi siang dan malam juga bisa diketahui melalui jam (sesuai dengan adat istiada masing2)

richa mengatakan...

waahh.........

hit mengatakan...

SIHITE.. selamat buat kamu. YAKIN kamu akan jadi penghuni neraka paling bawah..

Preman_Cakung mengatakan...

Selamat....
Anda (Shakti dan pengikut2nya) sudah mendaftarkan diri sebagai orang-orang yg terkelabui....hehehe

pendekargaib mengatakan...

Pendekar " Sudah kelihatan tanda-tanda untuk kamu semua, tapi masih tetap tidak mau berubah, masih belum pada mengerti juga..apa akan hidup seperti itu terus..apa yang sebenarnya kita cari,kalo mengikuti hawa nafsu tidak akan ada ujungnya..,"lenyeupan kana diri" siapa sebenernya kita ini.., mungkin sebentar lagi akan diperlihatkan tanda2 yang akan membuat kita menangis..dan menyesal..kalau masih belum mengeti kepada dirinya.., segeralah kembali kapada diri kita.."

Duto Sri Cahyono mengatakan...

Hehehehe, lucu juga ya....

Anonim mengatakan...

kalian semua penghuni neraka...menghujat orang lain termasuk dosa besar...perangilah kemungkaran dengan jalan kebaikan...gak langsung main penggal,makan,bunuh,hina,caci,maki dan lain sebagainya...gak ada cara Islam spt itu.thx

MANUSIA mengatakan...

Coba anda tdk d beri pemikiran yg cerdas dlm bersikap dan berucap tentu anda tidak mencela orang lain.. yg "baik" tdk harus menyalahkan yg "buruk" pikirkan!!!

Muslim mengatakan...

pak Shite.. kalau saya boleh tanya.. Anda ini memperbaiki ajaran yg sdh ada atau membawa yang baru sama sekali...? kalau memperbaiki... artinya anda menganggap yg sdh di jalankan Muhammad dengan berbuka pada saat Adzan maghrib salah yah? Jadi selama ini Muhammad Salah? lalu kalau anda membawa agama baru sepertinya tidak mungkin yah... sebab masih terus mengutip Quran... atau anda punya kitab baru yg di berikan Tuhan kepada anda?

imam seo mengatakan...

Saya tdk tau apakah anda rosul ato bukan, tp saya sngt setuju dengan penjelasan2 anda...

menurut saya sebenarnya pedoman orang muslim itu adalah al-quran, dan akan berlaku smpai akhir jaman. sedangkan hadist itu adalah pernyataan yg keluar berdasarkan keadaan... yang tak harus dipakai pedoman...

Sakti A. Sihite mengatakan...

@Deni: Patokannya bukan bulan dan matahari, tetapi gelap (malam) dan terang (siang).

Surah 36:40 menjelaskan bahwa matahari dan bulan beredar pada orbitnya masing2 sehingga matahari tidak akan menyusul bulan. Menyusul di sini adalah bertemu pada satu titik orbit, bukan masalah bahwa kedua-duanya terlihat pada waktu yang sama dari bumi.

@Andri: Salam. Kita beragama harus berdasarkan kitab Tuhan (Quran), dan yang anda sebutkan itu tidak ada di dalam Quran.

@Muslim: Saya hanya (kembali) menyampaikan risalah yang dibawa dan dijalankan oleh Nabi Muhammad, yaitu Quran.

@Imam seo: Dan belum tentu 'hadis' benar2 pernyataan Nabi. Untuk lebih lanjut sila baca Hadis yang Sesungguhnya

bayu mengatakan...

Saya Setuju dengan tulisan mas, mungkin mas sakti perlu klarifikasi mengenai maksud dan tujun mas... saya menangkap bahwa mas ingin mengingatkan kita tentang ajaran islam yang di bawa oleh Nabi Muhammad (tidak di tambah ataupun dikurangi), hanya saja bahasa yang mas angkat terlalu sukar untuk dimengerti contohnya kalimat (Manusia Biasa yang dijadikan Tuhan sebagai Utusan-Nya)... mungkin mas bisa merubah kata tersebut menjadi lebih mudah untuk dimengerti karena arti dari Kalimat yang mas Tulis bisa berarti lain untuk kondisi saat ini, orang akan berfikir mas ingin menjadi nabi dan rosul setelah Muhammad (dalam konteks kenabian menurut islam bukan ketatabahasaan),

(karena tidak ada nabi dan rosul setelah Muhammad). terimakasih

Sakti A. Sihite mengatakan...

@Bayu: Anda tidak salah mengerti kok, saya memang rasul dalam konteks agama (rasulullah).

Nabi setelah Muhammad memang tidak ada, namun rasul masih akan ada. Anda bisa baca penjelasannya di Pertanyaan Seputar Kerasulan dan di Definisi Nabi serta Rasul.

Terima kasih

Anonim mengatakan...

sarah ip

iih baru tau ada rosul baru. enak jg yaa ajarannya lebih simple gmn gtcuu. saya mau ngikutin ajaran anda aja ah pak sihite. kebetulan saya itu orangnya suka yg gampang2. hahahah

bayu mengatakan...

kenapa tidak di ganti dengan yang lain yang tidak mengandung kata arogansi... contohnya... "Anda dapat menemui dan membaiat saya. Isi baiat adalah ikrar untuk menjauhi dosa-dosa besar dan untuk mematuhi rasul. Saya kemudian akan menerima baiat Anda dan memohonkan ampunan Tuhan untuk Anda"..

mematuhi rasul atau mematuhi ajaran dari Al Qur'an yang kembali rasul serukan (kemurnian). dari bahasa tersebut timbul unsur arogansi, alangkah lebih bijaknya apabila mas coba untuk meminta petunjuk kembali kepada sang pencipta dan pemilik segalanya.

(hanya saran bukan bermaksud menggurui, maaf sebelumnya dan terima kasih)

Sakti A. Sihite mengatakan...

@Sarah: Dalam beragama itu kita bukan mau cari yang gampang, bukan pula mau cari yang susah. Tapi yang kita cari adalah yang benar. Dan yang benar itu adalah apa2 yang diajarkan Tuhan dalam kitab-Nya.

@Bayu: "Mematuhi rasul" adalah salah satu pilar utama keimanan. Saya menyerukan hal tersebut karena memang wajib bagi orang2 beriman untuk mematuhi rasul.

Meski dalam hal ini rasul tersebut adalah saya sendiri, tidak ada maksud saya bersikap arogan. Ini bukan karang2an saya. Saya hanya menjelaskan apa yang memang digariskan Tuhan. Terima kasih

k750i mania mengatakan...

kalo tinggalnya di pusat magnet bumi (kutub utara)
ga pernah buka puasa dong?

disana siang terus..

Sakti A. Sihite mengatakan...

@K750i: Jawaban atas pertanyaan sejenis telah saya berikan di atas. Silakan anda baca.

harris'son mengatakan...

DALAM QUR'AN PARA NABI DAN RASUL DULUNYA SELALU DIPEROLOK-OLOK DAN LAIN SEBAGAINYA....KARENA YANG DISAMPAIKAN HANYALAH WAHYU YG DITERIMANYA (QS:10/15), KALAU INGIN TIDAK DIPEROLOK-OLOK SAUDARAKU (yg nulis jelek-jelek itu) SAMPAIKAN SELAIN QUR'AN PASTI BANYAK ORANG MENG-AMINI..........ha....ha....ha.....salam.

ICHWANHADI mengatakan...

KONDISI SIKAP MANUSIA SEKRANG INI :
1.Dan ketika dianalisakan atasnya Ayat-Ayat Kami, mereka berpaling dan menyombongkan diri, seolah-olah tidak mendengarnya, seolah-olah pada telinganya ada sumbatan. Maka berilah kabar gembira dengan siksa yang pedih.
2.Yang mendengar Ayat-Ayat Allah dianalisakan atasnya, kemudia merusak dengan menyombongkan diri, seolah-olah tidak mendengarnya. Maka berilah kabar gembira dengan siksaan pedih.
3.Dan ketika di analisakan atas mereka Ayat-Ayat Kami yang menerangkan, kamu kenal pada wajah orang-orang kafir itu munkar (kebencian). Hampir saja mereka menyerang orang-orang yang menganalisakan atas mereka Ayat-Ayat Kami itu. Katakanlah :” Apakah akan aku kabarkan padamu dengan yang lebih jahat dari kamu ini ? Yaitu Neraka, Allah menjanjikannya pada orang-orang kafir itu, dan sangat jahat tempat kembali itu
4. Itulah orang-orang yang kafir dengan Ayat-Ayat Tuhan mereka dan pertemuan dengan-NYA, maka hapuslah (lenyaplah) amal mereka. Maka tidak akan didirikan untuk mereka pada Hari Kiamat suatu timbangan (Neraca)
Itulah balasan mereka adalah Jahannam karena mereka kafir dan mengadakan Ayat-Ayat Kami dan Rasul-Rasul-KU jadi olok-olok.
......................................SALAM

m'hariis'son mengatakan...

SEHARUSNYA MANUSIA DALAM MENYIKAPI AL-QUR'AN
1.Itulah orang-orang yang Allah beri nikmat atas mereka dari Nabi-Nabi dari keturunan Adam dan dari yang Kami bawa bersama Nuh dan dari keturunan Ibrahim dan Israil dan dari yang Kami beri petunjuk dan yang Kami pilih. Ketika di analisakan atas mereka Ayat-Ayat Arrahmaan, mereka rebah bersujud dan menangis
2.Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan Ayat-Ayat Kami adalah ketika diingatkan dengannya, mereka rebah bersujud dan tasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka tidak menyombongkan diri.
3.Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu adalah, ketika di-ingatkan Allah gemetar (takut) Qolbunya (hatinya) dan ketika di analisakan atas mereka Ayat-Ayat-NYA bertambah imannya, dan kepada Tuhannya mereka bertawakkal (menyerahkan diri = mewakilkan dirinya tentang persoalan yang di hadapi).
4.Orang-orang yang ketika di-ingatkan Allah gemetar hati mereka, dan tabah (sabar) atas apa yang menimpa mereka serta mendirikan Shalat dan menafkahkan apa yang diberikan kepadanya
5. SUDAHKAH KITA SELAMA INI MELAKSANAKAN SEPERTI AYAT-AYAT TERSEBUT DIATAS ???????MARI KITA EVALUASI DIRI..................SALAM.

inu mengatakan...

kasihan,,
'Lakum dinukum waLiyadin' Lah kawan,,

Nidya Alaktiri mengatakan...

semoga Allah swt mengampunimu . . .

amir makmur mengatakan...

Salam, Saya SANGAT TIDAK SETUJU dengan pendapat Bang Sakti,

Karena di Alquran dijelaskan QS. 2:187 "makan minumlah hingga terang bagimu benang hitam dan putih, yaitu fajar, sempurnakan sampai datang malam"

Berarti waktu berbuka puasa itu "sampai datang malam".

Disini saya menjelaskan secara garis besar bahwa hanya ada dua waktu yaitu siang dan malam.

Waktu Siang di mulai dari terbitnya matahari, sedangkan Waktu Malam di mulai dari terbenamnya matahari.

Nah disini jelas bahwa malam itu dimulai pada saat matahari terbenam dan bukan pada saat tidak ada cahaya atau gelap, pada saat matahari terbenam yaitu ketika matahari sudah pada posisi di bawah 180 derajat, atau secara fisik matahari sudah tidak kelihatan, tetapi bias cahaya nya masih dapat menerangi.

Jadi kesimpulan saya, bahwa sudah benar waktu buka puasa yang kita lakukan selama ini yaitu "sempurnakan sampai datang malam" bukan sempurnakan sampai datang gelap seperti yg Bang Sakti sampaikan.

Dan hal tentang malam ini juga ditegaskan melalui QS. 11:114 "dirikanlah sholat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan dari pada malam"

Nah disini dijelaskan sholatlah pada "bahagian permulaan malam," yaitu sholat Maghrib, berarti malam itu di mulai dari terbenam matahari bukan gelap, dan ayat ini juga menjelaskan kenapa kita buka puasa pada saat maghrib.

Dan ada satu lagi ayat yang menjelaskan tentang malam yaitu QS.17:78 "dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam"

Dsini dijelaskan tentang gelap malam, yaitu samapi benar2 malam atau tidak ada bias cahaya lagi setelah terbenam matahari, dan ini menunjukkan waktu sholat Isya.

Kalau lah malam yang Bang Sakti maksud adalah gelap, kenapa Alquran menjelaskan ada permulaan malam dan gelap malam?

Jadi sudah jelas disini bahwa buka puasa itu dimulai dari "Datang Malam" bukan "Gelap Malam"

Bagi yang sudah terlanjur mengikuti Bang Sakti mohon untuk dibaca dan dipahami kembali Alquran nya, terima kasih.

Salam, dari sepupumu amir makmur nasution.



sakti alexander sihite mengatakan...

@Amir: Salam. Abang tidak pernah mengatakan "puasa sampai gelap". Jangan mengada-ada ya.

Penjelasan abang adalah bahwa "malam" itu ditandai oleh "gelap". Dalilnya adalah 36:37 di atas, atau bisa juga baca 10:27 yg menyebut bahwa wajah2 penghuni neraka itu bagaikan ditutupi "kegelapan malam" (malam disifatkan dengan gelap).

Sebenarnya kalau Amir mau menggunakan penglihatan yg diberikan Tuhan akan tampak bahwa magrib dengan tingkat kecerahan yg demikian masih masuk dalam kategori "siang", belum "malam".

Atau kalau Amir mau memikirkan istilah "dua tepi siang" (11:114) sebagaimana yg telah abang singgung pada komentar di tulisan "Puasa Ramadan" Sebenarnya langsung diketahui bahwa magrib itu masih termasuk siang.

Begini, bayangkan ada sebuah jalan melingkar (bundaran). Jalan tersebut dibagi dua nama. Yg setengah lingkaran dinamakan jln Sudirman, yg setengah lingkaran lagi dinamakan jln Thamrin. Yg dinamakan sebagai "ujung/tepi jln Sudirman" adalah bagian jln Sudirman yg sangat dekat dgn jln Thamrin. Tapi ia tetap masih merupakan jln Sudirman kan? Nah, begitu juga perintah salat di dua tepi siang (fajar dan magrib) menandakan bahwa dua waktu tersebut masih termasuk siang (meski sudah rapat dengan malam).

Zulafan minallayli (11:114) yg oleh Depag diterjemahkan "bagian permulaan malam" menurut abang lebih tepat diterjemahkan "dekat-dekat dari malam" (waktu2 mendekati malam) sesuai dengan makna kamus. Sebagai perbandingan, terjemahan Inggris versi Yusuf Ali menuliskan: "And establish regular prayers at the two ends of the day and at the approaches of the night ...".

Jadi zulafan minallayli (waktu2 mendekati malam) itu adalah penjelasan/penguat atas "dua tepi siang" yg disebut sebelumnya (yaitu bahwa dua tepi siang itu adalah waktu2 mendekati malam), bukan sebuah waktu tersendiri. "Wa" (dan) sebelum istilah zulafan minallayli itu bisa diterjemahkan sebagai "sedangkan".

Duluukissyamsi (17:78) yg oleh Depag diterjemahkan "matahari tergelincir" menurut abang lebih tepat diterjemahkan "matahari terbenam". Di dalam kamus tergelincir dan terbenam sama2 ada, namun kalau kita cek entri yang lebih generik dari "duluuk" yaitu "melumasi" dan "melumuri" maka makna "terbenam" jelas lebih kuat karena saat terbenam itu matahari tampak seakan-akan "dilumuri laut". Makna "tergelincir" patut dicurigai diadakan hanya demi mengakomodasi ajaran salat 5 waktu.

Contoh terjemahan Inggris yg menggunakan makna terbenam adalah versi Arberry: "Perform the prayer at the sinking of the sun to the darkening of the night ...".

Jadi 17:78 itu menjelaskan waktu salat magrib yg nama aslinya di dalam Quran adalah salat Isya', yaitu dari matahari terbenam sampai dengan gelap malam.

Amir Makmur mengatakan...

Salam bang, yang amir maksud di QS. 11:114, maghrib itu yg permulaan malam bukan yg kedua tepi siang, yg kedua tepi siang itu ya jelas masih masuk kategori siang yaitu fajar dan ashar, bukan fajar dan maghrib seperti yg abg maksud, maghrib yg di maksud dlm ayat ini adalah permulaan malam, dan menurut QS. 17:78 menjelaskan tentang sholat dzuhur yaitu tergelincir matahari dan sholat isya yaitu gelap malam,

Mengenai puasa sampai gelap ya sesuai dgn foto yg abg posting, abg memaksakan buka puasa sampai gelap kan? Karena defenisi malam menurut abg itu ya gelap seperti postingan di atas, bukan mengada ada, hehehe,
Tq bang,

sakti alexander sihite mengatakan...

Salam. Dua tepi siang harus diartikan fajar dan maghrib kalau kita mau menggunakan penalaran yg konsisten. Mengapa? karena penanda yg nyata dari kedua tepi tersebut adalah terbit dan terbenamnya matahari. Maka, antara tepi yg pertama dan tepi yg ke dua tentu harus simetris.

Kalau tepi yg ke dua ada pada titik kurang lebih 2,5 jam sebelum terbenam (Ashar, seperti yg Amir katakan), maka tepi yg pertama (Fajar) harus merentang sampai pada titik kurang lebih 2,5 jam setelah matahari terbit (08.30 waktu Jakarta). Nyata kan sesatnya pendapat Amir itu?

Sedangkan dalam konteks berpikir yg lurus, simpel saja. Tepi pertama ditarik dari 30-40 menit sebelum terbit, sampai terbit. Tepi ke dua ditarik dari terbenam sampai 30-40 menit setelahnya. Polanya simetris, masuk akal, dan memang sesuai dengan ayat.

Itu saja komentar tambahan abang mengenai waktu salat. Yg lainnya sudah abang jelaskan di komentar sebelumnya, dan bisa Amir baca juga di artikel abang tentang salat.

Bahwa malam itu ditandai oleh gelap sudah jelas dalil ayatnya, tidak ada yg perlu dipaksakan. Yg memaksakan itu adalah orang yg beragama dengan hanya mengikuti apa yg dilakukan kebanyakan orang sejak dahulu, tanpa suatu dalil yg kukuh.

Posting Komentar

Tolong jangan 'Anonymous'. Pilih 'Name/URL' lalu cantumkan nama panggilan anda untuk memudahkan sapaan. Kolom URL bisa dikosongkan saja. Terima kasih