4.11.07

Harga Sebuah Keimanan

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan untuk berkata, ‘Kami telah percaya,’ dan mereka tidak akan diuji?” (Quran 29:2)

Iman bukanlah sesuatu yang dapat kita akui begitu saja dengan cuma-cuma.  Pada saat seseorang berkomitmen untuk keimanan, berbagai cobaan telah menanti untuk menguji kebenaran komitmennya tersebut.

Ujian atas keimanan adalah sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah, karenanya tidak diragukan lagi ia pasti akan datang kepada kita sebagaimana ia telah mendatangi orang-orang beriman sebelum kita.

Cobaan yang datang dapat berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta benda, kekurangan dalam hal jiwa/diri, dan kekurangan buah-buahan.

“Dan sungguh Kami akan menguji kalian dengan sesuatu dari ketakutan, dan kelaparan, dan kekurangan harta benda dan jiwa/diri, dan buah-buahan.  Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Quran 2:155)

Rasa takut mungkin timbul ketika berhadapan dengan musuh di medan perang, atau ketika orang-orang kafir mengolok-olok bahkan mengancam kita karena apa yang kita yakini.  Mereka mengancam untuk menangkap, membunuh, mengusir, atau merajam orang-orang beriman supaya mau kembali kepada agama mereka (lihat Quran 8:30 dan 18:20).

Kelaparan, kekurangan harta benda, dan kekurangan buah-buahan dapat disebabkan oleh kegagalan panen, kekeringan, atau pemboikotan yang sengaja dilakukan orang-orang yang benci dengan keimanan kita.  Mungkin pula kondisi kekurangan itu terjadi akibat dari hijrahnya orang-orang beriman ke tempat asing dengan meninggalkan rumah, harta benda, dan mata pencarian demi menyelamatkan iman.  Tidak ada batasnya cara Allah menyempitkan rezeki untuk menguji kita.

Ujian berupa kekurangan dalam hal jiwa/diri dapat terjadi dengan wafat atau terbunuhnya orang-orang di antara kita, maupun dengan terganggunya kondisi badan kita.

Semua bentuk ujian keimanan adalah cobaan-cobaan yang berat dalam hidup.  Namun dengan izin Allah kita akan sanggup menghadapinya sepanjang kita mengembalikan semua itu kepada Allah, dan memohon kekuatan kepada-Nya.

Betapapun pahitnya ujian yang mendera, percayalah bahwa itu semua tidak seberapa dibandingkan dengan imbalan agung yang dijanjikan Allah bagi hamba yang sabar.

Ketika Allah menjatuhkan ujian-Nya, sesungguhnya kita telah mendapatkan kehormatan untuk dibeli oleh-Nya.  Dan tidak ada yang memberikan harga lebih baik daripada-Nya.

“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang yang beriman, diri-diri mereka dan harta-harta mereka, dengan surga untuk mereka.  Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh dan terbunuh; janji yang benar dari-Nya di dalam Taurat, dan Injil, dan Quran.  Dan siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah?  Maka bergembiralah dengan jual beli kalian yang telah kalian lakukan itu, dan itulah kemenangan yang agung.” (Quran 9:111)

(Terakhir diperbarui: 12 Maret 2019)

Share on Facebook

Artikel Terkait:

3 comments:

Anonim mengatakan...

saya lebih suka dengan apa yang anda sampaikan daripada ustad saya. tapi pernyataan anda yang mengatakan bahwa anda adalah rasul allah, membuat saya ragu terhadap anda.

Abu Hafiz mengatakan...

Saya percaya dengan kerasulan anda Sakti,

Liut mengatakan...

Saya kira dimanapun Tempatnya didunia ini Alloh Akan mengutus Rosulnya untuk menyampaikan ayat-ayatnya sampai akhir jaman. sampaikanlah terus ayat-ayat Alloh.

Posting Komentar

Tolong jangan 'Anonymous'. Pilih 'Name/URL' lalu cantumkan nama panggilan anda untuk memudahkan sapaan. Kolom URL bisa dikosongkan saja. Terima kasih