26.2.14

Azan

Kumandang azan sebagaimana yang biasa kita dengar sebenarnya tidak pernah disyariatkan Tuhan di dalam kitab-Nya. Bahkan istilah “adzaan” (pengumuman/ pemberitahuan) dalam konteks pengumuman salat itu sendiri tidak ada di dalam Quran. Kalau dalam konteks yang lain kita bisa menemukannya di bab 9:3.

Bukan saja tidak ada syariatnya, kalimat azan bahkan mengandung kedurhakaan karena menggunakan kata “Allahu akbar” yang merupakan penyimpangan dari nama Tuhan, “Al-Kabir”. Tuhan di dalam Quran bab 7:180 mengecam orang yang menyimpangkan nama-Nya.

Terkait dengan panggilan salat, yang kita dapati di dalam Quran adalah istilah “naaday” (N-D-Y) yang berarti memanggil/menyeru.

“Wahai orang-orang yang percaya, apabila diseru untuk salat pada hari pekan, maka bersegeralah kalian kepada mengingat Tuhan dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.” (Quran 62:9)

Secara personal kita bisa memanggil keluarga dan rekan kita untuk salat ketika telah masuk waktunya. Secara komunal, masjid dan pengelola tempat-tempat keramaian seperti pasar, perkantoran, mall, sarana rekreasi, terminal, bandara, dll bisa mengumumkan panggilan salat bagi kaum muslim yang terdapat di sana.

Tidak ada bacaan-bacaan khusus dalam pengumuman panggilan salat. Pada dasarnya ia tidak berbeda dengan pengumuman biasa, seperti misalnya seruan agar penumpang masuk ke ruang boarding di bandara. Bedanya kali ini yang diserukan adalah agar kaum muslim bersegera melaksanakan salat.

Share on Facebook

Artikel Terkait:

0 comments:

Posting Komentar

Tolong jangan 'Anonymous'. Pilih 'Name/URL' lalu cantumkan nama panggilan anda untuk memudahkan sapaan. Kolom URL bisa dikosongkan saja. Terima kasih